Kamis, 15 Maret 2012

motor honda paling bersejarah

Honda RC160 (Jepang), 4 Silinder Pertama

Varian ini boleh dibilang motor paling bersejarah yang dimiliki Honda. Pasalnya, dia inilah motor 4 silinder atau juga motor sport pertama mereka.

Nggak cuma itu, spek mesinnya juga tergolong digdaya. Coba tilik! Kapasitas tepat 249cc, tenaga lumayan gede, 35 dk di gasingan dahsyat 14.000 rpm. Lewat berat yang 124 kg, motor arahan Daijiro Honda ini mampu terbang  200 km/jam lebih 1 poin.

Saat keluar dari pabriknya 1959, nih motor dipersiapkan

Rabu, 07 Maret 2012

honda klasic vs modern



vs

1.motor trail



  
vs
2.motor sport



vs
3.motor bebek



vs


pendiri honda

 
Saat merintis bisnisnya, Soichiro Honda selalu diliputi kegagalan.
Ia sempat jatuh sakit, kehabisan uang serta dikeluarkan dari kuliah. Namun ia terus bermimpi dan berjuang keras mewujudkan mimpinya.
Cobalah amati kendaraan yang melintasi jalan raya. Pasti, mata kita selalu terbentur pada Honda, baik berupa mobil maupun motor. Merk kendaran ini menyesaki padatnya lalu lintas, sehingga layak dijuluki "Raja Jalanan".
Namun, pernahkah kita tahu, bahwa ternyata sang pendiri ‘kerajaan’ Honda - Soichiro Honda – pernah diliputi kegagalan. Ia juga tidak menyandang gelar insinyur, lebih-lebih  Profesor seperti halnya B.J. Habibie. Ia pun bukan siswa yang memiliki otak cemerlang. Di kelas, duduknya tidak pernah di depan, selalu menjauh dari pandangan guru.
"Nilaiku jelek di sekolah. Tapi saya tidak bersedih, karena dunia saya disekitar mesin, motor dan sepeda," tutur tokoh ini, yang meninggal pada usia 84 tahun, setelah dirawat di RS Juntendo, Tokyo, akibat mengindap lever.
Kecintaannya pada mesin, mungkin 'warisan' dari ayahnya yang membuka bengkel reparasi pertanian, di dusun Kamyo, distrik Shizuko, Jepang Tengah, tempat kelahiran Soichiro Honda. Di bengkel, ayahnya memberi cathut (kakak tua) untuk mencabut paku. Ia juga sering bermain di tempat penggilingan padi melihat mesin diesel yang menjadi motor penggeraknya. Di situ, lelaki kelahiran 17 November 1906, ini dapat berdiam diri berjam-jam.
Di usia 8 tahun, ia mengayuh sepeda sejauh 10 mil, hanya ingin menyaksikan pesawat terbang. Ternyata, minatnya pada mesin, tidak sia-sia. Ketika usianya 12 tahun, Honda berhasil menciptakan sebuah sepeda pancal dengan model rem kaki.
Tapi, benaknya tidak bermimpi menjadi usahawan otomotif. Ia sadar berasal dari keluarga miskin. Apalagi fisiknya lemah, tidak tampan, sehingga membuatnya rendah diri.
D
i usia 15 tahun, Honda hijrah ke Jepang, bekerja Hart Shokai Company. Bosnya, Saka Kibara, sangat senang melihat cara kerjanya. Honda teliti dan cekatan dalam soal mesin. Setiap suara yang mencurigakan, setiap oli yang bocor, tidak luput dari perhatiannya. Enam tahun bekerja disitu, menambah wawasannya tentang permesinan. Akhirnya, pada usia  21 tahun, bosnya mengusulkan membuka suatu kantor cabang di Hamamatsu. Tawaran ini tidak ditampiknya.
Di Hamamatsu, prestasi kerja Honda tetap membaik. Ia selalu menerima reparasi yang ditolak oleh bengkel lain. Kerjanya pun cepat memperbaiki mobil pelanggan sehingga berjalan kembali. Jam kerjanya sampai larut malam, dan terkadang sampai subuh. Otak jeniusnya tetap kreatif. Pada zaman itu, jari-jari mobil terbuat dari kayu, hingga tidak baik meredam goncangan. Ia punya gagasan untuk menggantikan ruji-ruji itu  dengan logam. Hasilnya luarbiasa. Ruji-ruji logamnya laku keras, dan diekspor ke seluruh dunia.
Di usia 30, Honda menandatangani patennya yang pertama.
Setelah menciptakan ruji, Honda ingin melepaskan diri dari bosnya, membuat usaha bengkel sendiri. Ia mulai berpikir, spesialis apa yang dipilih ?
Otaknya tertuju kepada pembuatan Ring Pinston, yang dihasilkan oleh
bengkelnya sendiri pada tahun 1938. Sayang, karyanya  itu ditolak oleh Toyota, karena dianggap tidak memenuhi standar. Ring buatannya tidak lentur, dan tidak laku dijual. Ia ingat reaksi teman-temannya terhadap kegagalan itu. Mereka menyesalkan dirinya keluar dari bengkel.
Karena kegagalan itu, Honda jatuh sakit cukup serius. Dua bulan kemudian, kesehatannya pulih kembali. Ia kembali memimpin bengkelnya. Tapi, soal Ring Pinston itu, belum juga ada solusinya. Demi mencari  jawaban, ia kuliah lagi untuk menambah pengetahuannya tentang mesin. Siang hari, setelah pulang kuliah, ia langsung ke bengkel, mempraktekan pengetahuan yang baru diperoleh. Setelah dua tahun menjadi mahasiswa, ia akhirnya dikeluarkan karena jarang mengikuti kuliah.
"Saya merasa sekarat, karena ketika lapar tidak diberi makan, melainkan
dijejali penjelasan bertele-tele tentang hukum  makanan dan pengaruhnya,", ujar Honda, yang gandrung balap mobil. Kepada Rektornya, ia jelaskan maksudnya kuliah bukan mencari ijazah melainkan pengetahuan. Penjelasan ini justru dianggap penghinaan.
Berkat kerja kerasnya, desain Ring Pinston-nya diterima. Pihak Toyota
memberikan kontrak, sehingga Honda berniat mendirikan pabrik. Malangnya, niatan itu kandas. Jepang, karena siap perang, tidak memberikan dana. Namun ia tidak kehabisan akal. Honda mengumpulkan modal dari sekelompok orang untuk mendirikan pabrik. Lagi-lagi musibah datang. Setelah perang meletus, pabriknya terbakar dua kali.
Honda tidak patah semangat. Ia bergegas mengumpulkan karyawannya.
Mereka diperintahkan mengambil sisa kaleng bensol yang dibuang oleh kapal Amerika Serikat, dan digunakan sebagai bahan mendirikan pabrik. Tanpa diduga, gempa bumi meletus menghancurkan pabriknya, sehingga diputuskan menjual pabrik Ring Pinstonnya ke Toyota. Setelah itu, Honda mencoba beberapa usaha lain. Sayang semuanya gagal.
Akhirnya, tahun 1947, setelah perang, Jepang kekurangan bensin. Di sini kondisi ekonomi Jepang porak-poranda. Sampai-sampai Honda tidak dapat menjual mobilnya untuk membeli makanan bagi keluarganya. Dalam keadaan  terdesak, ia memasang motor kecil pada sepeda.
Siapa sangka, "sepeda motor" - cikal bakal lahirnya mobil Honda - itu diminati oleh para tetangga.
Tetangga berbondong-bondong memesan, sehingga Honda kehabisan stok. Disinilah, Honda kembali mendirikan pabrik motor. Sejak itu, kesuksesan tak pernah lepas dari tangannya. Motor Honda  berikut mobinya, menjadi "raja" jalanan dunia, termasuk Indonesia.
Bagi Honda, janganlah melihat keberhasilan dalam menggeluti industri otomotif. Tapi lihatlah kegagalan-kegagalan yang dialaminya. "Orang melihat kesuksesan saya hanya satu persen. Tapi, mereka tidak melihat 99% kegagalan saya", tuturnya.
Ia memberikan petuah, ketika kita mengalami kegagalan, mulailah bermimpi... mimpikanlah mimpi baru lalu berjuang keras untuk mewujudkannya.
Kisah Honda ini, adalah contoh bahwa Suskes itu bisa diraih seseorang dengan modal seadanya, tidak pintar di sekolah, ataupun berasal dari keluarga miskin.
Berikut adalah 5 Resep keberhasilan Honda :
1. Selalulah berambisi dan berjiwa muda.
2. Hargailah teori yang sehat, temukan gagasan baru, khususkan waktu memperbaiki produksi.
3. Senangilah pekerjaan Anda dan usahakan buat kondisi kerja Anda senyaman mungkin.
4. Carilah irama kerja yang lancar dan harmonis.
5. Selalu ingat pentingnya penelitian dan kerja sama.
 

new vario techno 125 pgm f1

PT Astra Honda Motor (AHM) merilis motor skutik terbarunya Honda Vario Techno 125 PGM-FI. Motor yang dibekali sistem bahan bakar injeksi yang dikenal sebagai Progamable Fuel Injection itu dibanderol mulai Rp 15,1 sampai Rp 15,9 juta.
President Director AHM Yusuke Hori mengatakan Vario Series merupakan salah satu produk terlaris Honda yang sudah memiliki reputasi tinggi di masyarakat. “Kami memutuskan untuk mengembangkan Vario sebagai standar skutik baru di era baru dengan menggabungkan karya seni teknologi dan desain futuristik,” ujar Yusuke Hori saat peluncuran, Senin, 5 Maret 2012.
Honda Vario Techno 125 PGM-FI dibekali mesin 125cc-PGM-FI dan dilengkapi dengan teknologi matik terbaru Honda yaitu eSP (Enhanced Smart Power). Teknologi ini meningkatkan performa namun tetap dengan konsumsi bahan bakar rendah.
 Honda mengklaim motor barunya ini bisa menempuh jarak 200 meter hanya dalam waktu 12,8 detik. Sedangkan konsumsinya justru lebih hemat 30% dibandingkan model lamanya yaitu 52,1 km/liter.
“Kehadiran Honda Vario Techno 125 PGM-FI ini merupakan langkah lanjut kami untuk menghadirkan produk-produk ramah lingkungan. Kami akan secara bertahap mengimplementasikan teknologi injeksi pada semua line up produk kami hingga tahun 2013,” ungkap Executive Vice President Director AHM, Johannes Loman.
Selain itu, bagasi serba guna helm in berukuran 18 liter Vario mampu menyimpan sebuah helm fullface. Fitur Helm in sebelumnya telah hadir di model Honda Supra X 125 Helm in dan Honda Spacy Helm in.
Fitur lainnya adalah AHO headlight (Automatic Headlight On) dan Combi Brake System. Fitur terakhir adalah membantu pengereman, rem belakang, dengan menarik tuas rem kiri.